Senin, 05 November 2012

Prinsip Mengambil Keuntungan yang Islami


Islam merupakan agama yang lengkap, memiliki aturan di berbagai sektor kehidupan.
Terkait aktivitas berhubungan dengan Allah SWT ataupun hubungan dengan sesama
manusia. Salah satunya adalah dalam aktivitas perekonomian. Dalam agama Islam,
setiap aktivitas ekonomi harus dilakukan secara adil dan tidak merugikan salah satu
pihak.

Salah satu metode mencari  pinjaman modal usaha yang islami dan sering digunakan adalah
mudharabah atau bagi hasil. Hal ini dilakukan ketika ada dua pihak yang memutuskan
salah bekerja sama. Kerja sama tersebut pun bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Misalnya, satu pihak berperan sebagai investor yang memberikan pinjaman modal usaha dan pihak
yang lain bertugas menjadi pelaku usaha. Dalam hal ini, kedua pihak harus memiliki peran yang jelas.
Bagi seorang investor, modal yang digunakan harus bisa dinilai secara ekonomi. Modal tersebut juga
bukan hasil utang dan harus diberikan kepada pengusaha.

Sementara itu, pelaku usaha juga harus memiliki rencana yang matang dalam bisnis
yang dijalankannya. Mulai dari pinjaman modal usaha yang dibutuhkan, jenis usaha yang dijalankan,
rencana jangka pendek, hingga rencana jangka panjang. Hal tersebut sangat penting
untuk meyakinkan seorang investor.

Tidak ada ketentuan dalam Islam yang mengatur porsi modal atau pekerjaan dari
masing-masing pihak. Hal tersebut bisa diatur dalam akad atau pernjanjian awal.
Selanjutnya, bagi hasil keuntungan pun dilakukan berdasarkan persentase yang telah
disepakati. Nilai persentase harus jelas dan tidak berat sebelah. Misalnya, 10% atau 5%
per bulan.

Jangan mencantumkan nilai persentase yang tidak jelas, seperti pola bagi hasil
keuntungan sebesar 10%-50% per bulan. Hal ini akan menimbulkan ketidak jelasan
saat usaha sudah berjalan. Selain itu, uang yang dibagikan kepada pemilik modal
diambil dari persentase keuntungan bersih. Bukan dari persentase nilai investasi.

Hal yang tidak kalah pentingnya, bagi hasil tersebut bukan hanya berkaitan dengan
keuntungan, tapi juga kalau terjadi kerugian. Dengan begitu, pengusaha juga
mendapatkan perlindungan hukum kalau terjadi kerugian akibat hal yang berada di luar
kuasanya. Misal, terjadi bencana alam.

Lalu, dari mana cara mendapatkan dana investasi syariah ? Saat ini, tidak sulit bagi seorang
pengusaha untuk mendapatkan modal. Hal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai
cara. Termasuk salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs crowdfunding. indves.com 
salah satunya.

Tertarik menjadi pengusaha?
 Bergabung di sini.



Indves.com adalah media investasi berbasis syariah, yang bertujuan memudahkan UMKM mendapatkan modal untuk memulai atau mengembangkan usahanya, dengan menjadikan anda sebagai investornya. Indves hadir sebagai pionir teknologi keuangan (fintech) berbasis syariah terdepan di Indonesia yang memiliki misi menciptakan akses keuangan yang inklusif dan membebaskan UMKM dari jeratan riba. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar